WAWASAN SENI BUDAYA
Istilah Seni dan Budaya sudah tidak asing di telinga kita. Tanpa disadaripun kita
sudah melakukan kegiatan seni dan budaya setiap hari. Lalu, apa itu ‘seni’, apa itu ‘budaya’?.
Seni dalam bahasa Inggris
dikenal dengan kata “art” dan dalam
bahasa Yunani “techne” yang artinya
“kemahiran”. Berikut pengertian seni dan budaya menurut beberapa tokoh pengamat
seni.
Ø Seni dalah kemahiran dalam
menciptakan aneka bentuk untuk menggembirakan orang lain (Herbert Read).
Ø Seni adalah hal-hal yang
diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberi kesenangan, kepuasan,
dengan penikmatan rasa indah (Djelantik, 1999).
Ø Seni adalah suatu wujud
yang terindera, atau merupakan benda yang dapat dilihat, didengar, atau
keduanya (Sumardjo, 2000)
Jadi, pada dasarnya “Seni”
adalah hasil ekspresi manusia (kemahiran) yang dapat dinikmati oleh panca
indera.
Dalam setiap seni yang
diciptakan, selalu berdampingan dengan budaya, karena seni merupakan hasil dari
kebudayaan. Setiap budaya yang dihasilkan selalu mencerminkan nilai estetika/
nilai keindahan. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak
dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam
bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture/ kultur (Indonesia), yang berasal
dari kata Latin ‘Colere’, yaitu
mengolah atau mengerjakan. Kata budaya (Indonesia) berasal dari dua kata, yaitu
budi dan daya, maksudnya
Ø Akal budi, pikiran, dan
hasil kreatif manusia
Ø Sistem pengetahuan yang
meliputi sistem dari gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak
Ø Panduan dari seluruh
perasaan, pikiran dan ciptaan pada suatu masyarakat dalam suatu periode
tertentu
Dalam artian sebenarnya, “Budaya”
merupakan semua pengetahuan bisa berupa gagasan, pikiran, tingkah laku dan
kebiasaan dalam masyarakat yang masih berkembang sampai sekarang. Budaya yang
dihasilkan bisa berupa budaya tradisional dan budaya modern.
Berangkat dari pengetahuan akan
seni yaitu berupa ungkapan perasaan seseorang yang
dituangkan dalam kreasi bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung
unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain, yang
sekarang mungkin lebih dikenal dengan seni tari, rupa, musik dan teater. Akan
tetapi, berikut adalah klasisikasi seni menurut
bentuk penyajiannya, diantaranya:
|
Seni Rupa
|
Seni Pertunjukan
|
Seni Sastra
|
|
Jenis:
Seni
murni
Seni
terapan
Bentuk:
2D,
3D
|
Seni
musik
Seni
teater
Seni
tari
Film
Sinematographi
Pantomim
|
Prosa
Puisi
|
Tak ketinggalan pula dalam setiap penciptaan seni
selalu ada unsur-unsur yang menjadi awal dari penciptaan karya diantaranya tema
atau konsep penciptaan, teknik dan media penciptaan, dan bentuk penyajian
karya. Untuk teknik penciptaan karya dengan media kertas, kanvas atau triplek
bisa menggunakan teknik kering dan basah. Sedang bentuk penciptaan karya bisa
dengan bentuk geometris atau non geometris.
Hal yang diperhatikan dalam membuat karya seni atau unsur seni secara umum terdiri dari tema, teknik dan bentuk. berikut unsur dalam seni rupa:
Tema konsep dari karya
Teknik misal pewarnaan --> Kering misal pensil, arang, pastel
Basah
misal bolpoint, spidol, cat air, cat minyak, akrilik
Bentuk -->
Geometris misal lingkaran, segitiga, segiempat, dll
Non geometris/organis misal tak
beraturan
~ SENI
RUPA ~
Seni rupa adalah hasil ekspresi
manusia baik itu 2D atau 3D yang dapat dinikmati oleh panca indera. Karya 2
dimensi adalah karya yg cukup mempunyai ukuran panjang dan lebar. Contoh dari karya
2 Dimensi yaitu gambar ilustrasi, foto, pamflet. Karya 3 Dimensi adalah karya
yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal dalam artian karya yang
mempunyai isi/volume. Contohnya patung, boneka, relief.
CABANG-CABANG
SENI RUPA
Seni Rupa dibedakan
menjadi 2, yaitu
·
Seni
Rupa Murni (fine art/ pure art) :
seni yang terlepas dari unsur-unsur praktis yaitu lebih mengkhususkan diri pada
penciptaan karya seni berdasarkan kreatifitas dan ekspresi pribadi, seni yang
mempunyai nilai estetik/ nilai hias, biasanya berfungsi sebagai benda pajang.
-
Seni Lukis
-
Seni Patung
-
Seni Grafis
·
Seni
Rupa Terapan (applied art) : seni yang mempunyai
nilai fungsional dan biasanya berupa benda pakai.
-
Seni Kriya :
batik, wayang, ukiran dalam perabot
-
Seni Desain :
desain interior, dekorasi
UNSUR SENI
RUPA/ ELEMEN SENI RUPA/ NILAI ESTETIK SENI RUPA yaitu sesuatu
yang dapat dilihat oleh panca indera yang menjadi dasar dalam penciptaan karya,
diantaranya:
1.
Titik adalah unsur yang paling
sederhana, berupa pangkal atau ujung sepotong garis.
2. Garis
adalah : - kumpulan titik yang memanjang
-
batas
limit suatu benda
Macam garis sebagai simbol :
a.
Horizontal
Diasosiasikan dengan ketenangan dan kedamaian,
bahkan suatu kematian.
b. 
Vertikal
Vertikal
Diasosiasikan sebagai
sesuatu yang diam tak bergerak, kestabilan, kekuatan, kekokohan.
c.
Diagonal
Diagonal
Diagonal adalah seperti
bentuk yang tidak dalam keadaan seimbang, tidak stabil, karena itu menunjukkan
gerakan, biasa digunakan dalam menggambarkan karakter kaca, dsb.
d. 
Garis
bengkok S
Garis
bengkok S
Disebut juga Line of
Beauty. Diasosiasikan
pada energi yang indah meliuk, gerak lemas, lincah.
e.

Upper Hemisphere
Upper Hemisphere
Mengingatkan
pada lengkung yang mengapung, sering dipergunakan dalam bentuk kubah untuk
meringankan masa kubus yang berat dalam struktur bangunan yang besar.
f.
Zig-zag
Zig-zag
Memberi
sugesti gairah, semangat, bahaya tanpa suatu asosiasi.
3. Ruang/bidang adalah :
-
Perpotongan
dari beberapa garis yang membentuk ruang
-
tempat
yang memiliki ukuran ke dalam objek
-
bidang/
keluasan yang dibatasi limit
4. Bentuk adalah : - wujud, rupa, cara, susunan
-
permukaan
objek yang mempunyai ukuran, massa, warna,
dan tekstur tertentu
|
a.
Bentuk geometris
Bentuk yang beraturan, yang terdapat dalam ilmu
pasti, ilmu ukur.
![]() ![]() ![]() ![]() |
b.
Bentuk non geometris/organis
Bentuk yang tak beraturan/ organis, terjadi secara kebetulan misal
daun, tangkai, kuncup, bunga, sulur, dll. |
5. Warna
menurut ilmu fisika adalah kesan yang ditimbulkan oleh
cahaya terhadap mata. Warna
adalah getaran yang dipancarkan suatu benda karena terkena
cahaya dan diterima langsung oleh mata atau sensasi
menyenangkan dari mata yang ditimbulkan oleh cahaya yang disebabkan adanya
panjang gelombang tertentu yang dipantulkan dari suatu permukaan dan
menimbulkan respon penglihatan sehingga memungkinkan orang mampu membedakan dua
buah benda atau objek yang identik.
Klasifikasi Warna menurut
Prang Brewster, diantaranya:
a. HUE adalah nama warna
berdasar kwalitas/ perbedaan warna, panas dinginnya warna
b. Value adalah terang
gelapnya warna/ brightness warna
c. Intensity adalah pemisahan warna/ cerah
suramnya warna
Warna HUE dibedakan menjadi
3, yaitu
a. Warna Primer : warna dasar/
warna pokok, warna yang tidak bisa dicari dari percampuran warna lain, yaitu
merah (M), biru (B), kuning (K).
b. Warna Sekunder : warna
kedua, warna percampuran dari warna-warna pokok (P + P).
Contoh
:
|
Warna Asas 1
|
Campuran
|
Warna Asas 2
|
Hasil Warna
|
|
Merah
|
+
|
Kuning
|
Jingga/
Orange
|
|
Kuning
|
+
|
Biru
|
Hijau
|
|
Biru
|
+
|
Merah
|
Ungu
|
c. Warna Tersier : warna
perantara, warna percampuran dari warna primer dan warna sekunder (P + S).
Contoh
: oranye-merah, kuning-oranye, hijau-kuning, biru-hijau, ungu-biru, dll.
|
Warna Asas
|
Campuran
|
Warna Sekunder
|
Hasil Warna
|
|
Kuning
|
+
|
Hijau
|
Kuning
hijau
|
|
Kuning
|
+
|
Jingga
|
Kuning
jingga
|
|
Merah
|
+
|
Jingga
|
Merah
jingga
|
|
Merah
|
+
|
Ungu
|
Merah
ungu
|
|
Biru
|
+
|
Ungu
|
Biru
violet
|
|
Biru
|
+
|
Hijau
|
Biru
hijau
|
Berikut beberapa karakter dari warna menurut
Dharmaprawira, diantaranya
|
Merah
|
:
|
aktif,
kuat, energik, marah, berani, bahaya, agresif
|
|
Jingga/orange
|
:
|
riang,
hangat, semangat muda, ekstremis, kreatifitas
|
|
Kuning
|
:
|
terang,
gembira, ramah, riang, cerah
|
|
Hijau
|
:
|
tumbuh,
kaya, segar, istirahat, hidup, tenang
|
|
Biru
|
:
|
pasif,
dingin, damai, setia, sedih, tenang, konservatif, depresi, lembut, ikhlas
|
|
Ungu/violet
|
:
|
formal,
melankolis, pendiam, agung (mulia)
|
|
Coklat
|
:
|
hangat,
tenang, sentosa, alami, bersahabat, sopan, arif, rendah hati
|
|
Hitam
|
:
|
kuat,
duka cita, resmi, klasik, tegas
|
|
Abu-abu
|
:
|
tenang
|
|
Putih
|
:
|
senang,
harapan, murni, lugu, bersih, pemaaf,
terang
|
6. Tekstur adalah nilai raba suatu permukaan, bisa kasar dan bisa halus.
Tekstur dibagi menjadi 2, yaitu
a. Tekstur Nyata yaitu apabila
karya yang bila dilihat dan diraba secara fisik terasa kasar.
contoh
: gambar timbul, uang logam, relief dll
b. Tekstur Semu yaitu apabila
karya yang terlihat kasar tapi bila diraba secara fisik terasa halus.
contoh
: goresan tangan, percikan cat, hasil fotocopy, dll
PRINSIP-PRINSIP
PENGORGANISASIAN DALAM SENI RUPA (komposisi)
1.
Unity/
Kesatuan : hubungan dari seluruh bagian-bagian yang bekerjasama secara
konsisten, memberi kesan yang lengkap.
2. Harmony (Keselarasan) :
suatu kesepakatan dalam perasaan, kondisi yang menyenangkan dari susunan yang
berbeda.
3. Balance (Keseimbangan) :
suatu perasaan adanya kesejajaran, kestabilan, tidak berat sebelah.
4. Rhythm (Irama) :
perasaan gerakan dan organisasi unsur-unsur seni rupa atau suatu pengulangan
yang terus-menerus dan teratur dari satu unsur atau unsur-unsur yang lain.
5. Dominasi
(Empasisi) : suatu penekanan dalam suatu komposisi, selalu ditempatkan dalam
suatu pusat perhatian.
6.
Proporsi : perbandingan unsur-unsur yang
satu dengan yang lainnya yaitu tentang usuran kualitas dan tingkatan.





No comments:
Post a Comment