Friday, November 29, 2013

seni



WAWASAN SENI BUDAYA

Istilah Seni dan Budaya sudah tidak asing di telinga kita. Tanpa disadaripun kita sudah melakukan kegiatan seni dan budaya setiap hari. Lalu, apa itu ‘seni’, apa itu ‘budaya’?.
Seni dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “art” dan dalam bahasa Yunani “techne” yang artinya “kemahiran”. Berikut pengertian seni dan budaya menurut beberapa tokoh pengamat seni.
Ø Seni dalah kemahiran dalam menciptakan aneka bentuk untuk menggembirakan orang lain (Herbert Read).
Ø Seni adalah hal-hal yang diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberi kesenangan, kepuasan, dengan penikmatan rasa indah (Djelantik, 1999).
Ø Seni adalah suatu wujud yang terindera, atau merupakan benda yang dapat dilihat, didengar, atau keduanya (Sumardjo, 2000)
Jadi, pada dasarnya “Seni” adalah hasil ekspresi manusia (kemahiran) yang dapat dinikmati oleh panca indera.
Dalam setiap seni yang diciptakan, selalu berdampingan dengan budaya, karena seni merupakan hasil dari kebudayaan. Setiap budaya yang dihasilkan selalu mencerminkan nilai estetika/ nilai keindahan. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture/ kultur (Indonesia), yang berasal dari kata Latin ‘Colere’, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata budaya (Indonesia) berasal dari dua kata, yaitu budi dan daya, maksudnya
Ø Akal budi, pikiran, dan hasil kreatif manusia
Ø Sistem pengetahuan yang meliputi sistem dari gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak
Ø Panduan dari seluruh perasaan, pikiran dan ciptaan pada suatu masyarakat dalam suatu periode tertentu
Dalam artian sebenarnya, “Budaya” merupakan semua pengetahuan bisa berupa gagasan, pikiran, tingkah laku dan kebiasaan dalam masyarakat yang masih berkembang sampai sekarang. Budaya yang dihasilkan bisa berupa budaya tradisional dan budaya modern.
Berangkat dari pengetahuan akan seni yaitu berupa ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan dalam kreasi bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain, yang sekarang mungkin lebih dikenal dengan seni tari, rupa, musik dan teater. Akan tetapi, berikut adalah klasisikasi seni menurut bentuk penyajiannya, diantaranya:

Seni


Seni Rupa
Seni Pertunjukan
Seni Sastra
Jenis:
Seni murni
Seni terapan

Bentuk:
2D, 3D
Seni musik
Seni teater
Seni tari
Film Sinematographi
Pantomim
Prosa
Puisi


  Tak ketinggalan pula dalam setiap penciptaan seni selalu ada unsur-unsur yang menjadi awal dari penciptaan karya diantaranya tema atau konsep penciptaan, teknik dan media penciptaan, dan bentuk penyajian karya. Untuk teknik penciptaan karya dengan media kertas, kanvas atau triplek bisa menggunakan teknik kering dan basah. Sedang bentuk penciptaan karya bisa dengan bentuk geometris atau non geometris.

Hal yang diperhatikan dalam membuat karya seni atau unsur seni secara umum terdiri dari tema, teknik dan bentuk. berikut unsur dalam seni rupa:

Tema               konsep dari karya
Teknik misal pewarnaan -->   Kering misal pensil, arang, pastel
                            Basah misal bolpoint, spidol, cat air, cat minyak, akrilik
Bentuk                       -->    Geometris misal lingkaran, segitiga, segiempat, dll
                            Non geometris/organis misal tak beraturan



~ SENI RUPA ~
Seni rupa adalah hasil ekspresi manusia baik itu 2D atau 3D yang dapat dinikmati oleh panca indera. Karya 2 dimensi adalah karya yg cukup mempunyai ukuran panjang dan lebar. Contoh dari karya 2 Dimensi yaitu gambar ilustrasi, foto, pamflet. Karya 3 Dimensi adalah karya yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal dalam artian karya yang mempunyai isi/volume. Contohnya patung, boneka, relief.

CABANG-CABANG SENI RUPA
Seni Rupa dibedakan menjadi 2, yaitu
·         Seni Rupa Murni (fine art/ pure art) : seni yang terlepas dari unsur-unsur praktis yaitu lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreatifitas dan ekspresi pribadi, seni yang mempunyai nilai estetik/ nilai hias, biasanya berfungsi sebagai benda pajang.
-          Seni Lukis
-          Seni Patung
-          Seni Grafis
·         Seni Rupa Terapan (applied art) : seni yang mempunyai nilai fungsional dan biasanya berupa benda pakai.
-          Seni Kriya               : batik, wayang, ukiran dalam perabot
-          Seni Desain : desain interior, dekorasi

UNSUR SENI RUPA/ ELEMEN SENI RUPA/ NILAI ESTETIK SENI RUPA yaitu sesuatu yang dapat dilihat oleh panca indera yang menjadi dasar dalam penciptaan karya, diantaranya:
1.      Titik adalah unsur yang paling sederhana, berupa pangkal atau ujung sepotong garis.
2.     Garis adalah : -  kumpulan titik yang memanjang
-        batas limit suatu benda
Macam garis sebagai simbol :
a.     Horizontal
Diasosiasikan dengan ketenangan dan kedamaian, bahkan suatu kematian.

b.     Vertikal
Diasosiasikan sebagai sesuatu yang diam tak bergerak, kestabilan, kekuatan, kekokohan.

c.     Diagonal
Diagonal adalah seperti bentuk yang tidak dalam keadaan seimbang, tidak stabil, karena itu menunjukkan gerakan, biasa digunakan dalam menggambarkan karakter kaca, dsb.

d.     Garis bengkok S
Disebut juga Line of Beauty. Diasosiasikan pada energi yang indah meliuk, gerak lemas, lincah.

e.     Upper Hemisphere
Mengingatkan pada lengkung yang mengapung, sering dipergunakan dalam bentuk kubah untuk meringankan masa kubus yang berat dalam struktur bangunan yang besar.

f.     Zig-zag
Memberi sugesti gairah, semangat, bahaya tanpa suatu asosiasi.

3.     Ruang/bidang adalah :
-          Perpotongan dari beberapa garis yang membentuk ruang
-          tempat yang memiliki ukuran ke dalam objek
-          bidang/ keluasan yang dibatasi limit
4.     Bentuk adalah :  -  wujud, rupa, cara, susunan
-      permukaan objek yang mempunyai ukuran, massa,  warna, dan tekstur tertentu
a.   Bentuk geometris
Bentuk yang beraturan, yang terdapat dalam ilmu pasti, ilmu ukur.
b.   Bentuk non geometris/organis
Bentuk yang tak beraturan/ organis, terjadi secara kebetulan misal daun, tangkai, kuncup, bunga, sulur, dll.










5.     Warna menurut ilmu fisika adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata. Warna adalah getaran yang dipancarkan suatu benda karena terkena cahaya dan diterima langsung oleh mata atau sensasi menyenangkan dari mata yang ditimbulkan oleh cahaya yang disebabkan adanya panjang gelombang tertentu yang dipantulkan dari suatu permukaan dan menimbulkan respon penglihatan sehingga memungkinkan orang mampu membedakan dua buah benda atau objek yang identik.
Klasifikasi Warna menurut Prang Brewster, diantaranya:
a.     HUE adalah nama warna berdasar kwalitas/ perbedaan warna, panas dinginnya warna
b.     Value adalah terang gelapnya warna/ brightness warna
c.     Intensity adalah pemisahan warna/ cerah suramnya warna

Warna HUE dibedakan menjadi 3, yaitu
a.     Warna Primer : warna dasar/ warna pokok, warna yang tidak bisa dicari dari percampuran warna lain, yaitu merah (M), biru (B), kuning (K).
b.     Warna Sekunder : warna kedua, warna percampuran dari warna-warna pokok (P + P).
Contoh :       
Warna Asas 1
Campuran
Warna Asas 2
Hasil Warna
Merah
+
Kuning
Jingga/ Orange
Kuning
+
Biru
Hijau
Biru
+
Merah
Ungu

              



c.     Warna Tersier : warna perantara, warna percampuran dari warna primer dan warna sekunder (P + S).
Contoh : oranye-merah, kuning-oranye, hijau-kuning, biru-hijau, ungu-biru, dll.

Warna Asas
Campuran
Warna Sekunder
Hasil Warna
Kuning
+
Hijau
Kuning hijau
Kuning
+
Jingga
Kuning jingga
Merah
+
Jingga
Merah jingga
Merah
+
Ungu
Merah ungu
Biru
+
Ungu
Biru violet
Biru
+
Hijau
Biru hijau

Berikut beberapa karakter dari warna menurut Dharmaprawira, diantaranya
Merah
:
aktif, kuat, energik, marah, berani, bahaya, agresif
Jingga/orange
:
riang, hangat, semangat muda, ekstremis, kreatifitas
Kuning
:
terang, gembira, ramah, riang, cerah
Hijau
:
tumbuh, kaya, segar, istirahat, hidup, tenang
Biru
:
pasif, dingin, damai, setia, sedih, tenang, konservatif, depresi, lembut, ikhlas
Ungu/violet
:
formal, melankolis, pendiam, agung (mulia)
Coklat
:
hangat, tenang, sentosa, alami, bersahabat, sopan, arif, rendah hati
Hitam
:
kuat, duka cita, resmi, klasik, tegas
Abu-abu
:
tenang
Putih
:
senang, harapan, murni, lugu, bersih, pemaaf,  terang
6.     Tekstur adalah nilai raba suatu permukaan, bisa kasar dan bisa halus. Tekstur dibagi menjadi 2, yaitu
a.     Tekstur Nyata yaitu apabila karya yang bila dilihat dan diraba secara fisik terasa kasar.
contoh : gambar timbul, uang logam, relief dll
b.     Tekstur Semu yaitu apabila karya yang terlihat kasar tapi bila diraba secara fisik terasa halus.
contoh : goresan tangan, percikan cat, hasil fotocopy, dll

PRINSIP-PRINSIP PENGORGANISASIAN DALAM SENI RUPA (komposisi)
1.      Unity/ Kesatuan : hubungan dari seluruh bagian-bagian yang bekerjasama secara konsisten, memberi kesan yang lengkap.
2.     Harmony (Keselarasan) : suatu kesepakatan dalam perasaan, kondisi yang menyenangkan dari susunan yang berbeda.
3.     Balance (Keseimbangan) : suatu perasaan adanya kesejajaran, kestabilan, tidak berat sebelah.
4.     Rhythm (Irama) : perasaan gerakan dan organisasi unsur-unsur seni rupa atau suatu pengulangan yang terus-menerus dan teratur dari satu unsur atau unsur-unsur yang lain.
5.     Dominasi (Empasisi) : suatu penekanan dalam suatu komposisi, selalu ditempatkan dalam suatu pusat perhatian.
6.     Proporsi : perbandingan unsur-unsur yang satu dengan yang lainnya yaitu tentang usuran kualitas dan tingkatan.

No comments:

Post a Comment